Rumah Kebaya Modern And Kebaya Wisuda

Kebaya Modern material combination of traditional blues and modern textile materials, and various information

Mengoptimalkan Kecepatan Transfer Data di Linux


Untuk dapat mengoptimalkan kecepatan transfer data di Linux, harus mempunyai file hdparm-xxxx.tar.gz. Biasanya file ini sudah termasuk di dalam sistem kita sewaktu kita install sistem Linux, apabila belum ada, bisa mencarinya di mesin pencari ‘google’. Kemudian download dan ekstrak file tersebut dengan perintah

tar zxvf /tmp/download/hdparm-xxx.tar.gz. (Jika kita meletakkan file hasil download di /tmp/download).

ketik cd /tmp/download/hdparm-xxx.tar.gz
./configure
make
su root (masuk ke mode root)
(ketik password root bila diminta)
make install
cp /usr/local/sbin/hdparm /sbin/hdparm
exit

Selanjutnya masuk ke mode root
(ketik)

hdparm -c /dev/hda
(hda, hdb, hdc ,dst –> nama device harddisk di linux, kalau mempunyai lebih dari satu harddisk)

hasilnya akan terlihat seperti ini
/dev/hda :
I/O support = 0 (default 16-bit)

kemudian coba kecepatan transfer harddisk tersebut dengan mengetikan.
hdparm -t /dev/hda
hasilnya:
/dev/hda :
Timing buferred disk reads: xx MB in x.xx seconds = xx.xx MB/sec
(catat hasilnya)

Hasil yang ada menunjukan harddisk tersebut diseting ke 16-bit dan tidak mengaktifkan dukungan DMA (alias default bawaan standard Linux). Sekarang kita perlu mengaktifkan seting 32-bit dan DMA serta memeriksa timing yang di
hasilkan.

Masih dalam mode root, ketikan :
hdparm -c 1 -d1 /dev/hda

hasilnya:
/dev/hda:
setting 32-bit I/O support flag to 1
setting using_dma to 1 (on)
I/O support = 1 (32-bit)
using_dma = 1 (on)

Lalu coba lagi sekarang berapa kecepatan transfer datanya:
/dev/hda:
Timing buffered disk reads: xxx MB in x.xx seconds = xx.xx MB/sec

Harusnya berubah dengan menunjukan peningkatan performa yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Sekarang kita terapkan setting tersebut pada sistem kita dengan perintah:
hdparm -k 1 /dev/hda
hasilnya:
/dev/hda:
setting keep_settings to 1 (on)
keepsettings = 1 (on)

Agar setting ini dapat selalu di pakai oleh sistem. Kita dapat menempatkannya pada /etc/rc.d/rc.local –> (Mandriva 2008). Anda dapat meyesuaikan dengan sistem yang Anda pakai.
Kemudian tambahkan di baris terakhir ‘hdparm -c 1 -d 1 k -1 /dev/hda’
kemudian simpan dan reboot sistem Linux.
Kemudian periksa dengan hdparm -t /dev/hda.
Apakah kecepatannya seperti yang dulu? apabila masih tidak berubah, berarti ada kesalahan setting.
Anda bisa menerapkan pada harddisk lainnya.
Selamat mencoba, semoga sukses.

(dari berbagai sumber)

01/09/2008 - Posted by | Linux | , , , , , , , , , , ,

1 Komentar

  1. Oalah, ada ternyata. Saya kira kecepatan transfer data itu sudah fixed. Ternyata malah DMA kuncinya. Terima kasih, Kang! Tak saya sangka akan bertemu kembali dengan pengguna Mandriva 2008. Terima kasih🙂

    Komentar oleh Ade Malsasa Akbar | 07/04/2013


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: